Suatu router menghubungkan dua network/jaringan. Sebuah network/jaringan adalah sebuah segmen dengan address network yang unik. Akan tetapi dengan IP, istilah network bisa mendefinisikan dua arti yang berbeda:
- Sebuah segmen dengan sebuah IP address unik (biasanya merujuk pada sebuah subnet)
- Sebuah IP Address network yang diberikan kepada suatu organisasi (organisasi tersebut bisa men-subnet address kedalam beberapa address network)
Setiap organisasi yang diberikan sebuah address network dari ISP dianggap sebagai suatu "Autonomous System (AS)". Setelah itu organisasi tersebut bisa saja bebas membentuk satu jaringan yang besar, atau membegi network nya ke dalam subnet-subnet.
Router yang ada didalam Autonomous System hanya mengetahui route/jalur yang ada didalam Autonomous System itu sendri, akan tetapi tidak memantain informasi tentang route diluar Autonomous System. Route yang ada di border/perbatasan Aotonomous System disebut sebagai AS border router, router ini memantain informasi route baik route di dalam maupun diluar border router AS.
Router-router didalam suatu Autonomous System digunakan untuk men-segment (subnet) suatu network. Router-router tersebut bisa digunakan untuk menghubungkan beberapa AS secara bersama. Router menggunakan routing protocol untuk secara dinamis menemukan jalur/route, membangun routing table dan membuat keputusan tentang bagaimana harus mengirim paket melalui internetwork.
Routing protocol bisa diklasifikasikan berdasarkan apakah mereka melewatkan traffic didalam atau antara Autonomous System.
- Interior Gateway Protocol (IGP) => Procol yang melewatkan traffic didalam Autonomous System.
- Exterior Gateway Protocol (EGP) => Protocol yang melewatkan traffic keluar atau antara Autonomous System.
- Border Gateway Protocol (BGP) => Versi pengembangan dari EGP yang melewatkan traffic antar Autonomous System.
Berikut ini adalah IP routing protocol yang didukung oleh router Cisco.
- RIP (Routing Information Protocol) => Routing protocolyang paling sederhana yang termasuk jenis Distance Vector . Administrative distance untuk RIP adalah 120.
- IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) => Protocol routing berdasarkan sistem, interior dan exterior. Administrative distance untuk IGRP adalah 100.
- IS-IS ( Intermediate System-to-Intermediate System) =>
- OSPF ( Open Shortest Path First OSPF) =>
RIP dan IGRP keduanya menggunakan metoda distance vector routing, walaupun IGRP menawarkan banayk pengembangan dari RIP.
Distance Vector routing mempunyai prinsip-prinsip berikut:
- Router mengirim update hanya kepada router tetangganya
- Router mengirim semua routing table yang diketahuinya kepada router tetangganya
- Table ini dikirim dengan interval waktu tertentu, dimana setiap router dikonfigure dengan interval update masing-masing
- Router memodifikasi tabelnya berdasarkan informasi yang diterima dari router tetangganya.
Metoda Distance Vector mempunyai keuntungan berikut:
- Relative terbukti stabil, yang merupakan algoritme original routing
- Relative gampang dipelihara dan implementasikan
- Kebutuhan bandwith bisa diabaikan untuk environment LAn typical.
Kerugian dari Distance Vector adalah sebagai berikut:
- Membutuhkan waktu yang relative lama untuk mencapai convergence (update dikirim dengan interval waktu tertentu)
- Router melakuan kalkulasi routing table nya sebelum mem-forward perubahan tabelnya
- Rentan terjadinya routing loop
- Kebutuhan bandwith bisa sangat besar untuk WAN atau environment LAN yang kompleks.