Kamis, 28 April 2011

Memahami Wireless Access Point

Suatu wireless access point adalah perangkat jaringan wireless yang menghubungkan client wireless (seperti komputer yang dilengkapi dengan adapter ExpressCard wireless) dengan jaringan yang menggunakan kabel yang biasanya juga bisa koneksi terhadap internet melaluinya. seperti halnya sebuah bridge, wireless access point mempunyai sedikit dua koneksi jaringan dan sebagai jembatan agar bisa saling bertukar traffic antar keduanya. Koneksi pertama adalah interface wireless yang umumnya berupa on-board radio atau wireless card didalamnya. Interface jaringan kedua bisa berupa Ethernet, modem dial-up, atau bahkan bisa berupa adapter wireless lainnya. Bahkan sekarang ini sudah banyak wireless access point mempunyai lebih dari satu Ethernet port yang mana bisa menyederhanakan pembuatan segment jaringan.
Fungsi Access Point ibaratnya sebagai Hub/Switch di jaringan lokal, yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel para client/tatangga anda, di akses point inilah koneksi internet dari tempat anda di pancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin tinggi kekuatan sinyal (ukuran dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya.
Fungsi utama Access Point adalah menyediakan akses jaringan wi-fi baik itu sebagai AP, AP-Client, Repeter, dkk ...
Saat ini Access Point telah berfungsi dengan baik dan benar, selanjutnya ada keinginan untuk menyiapkan sebuah komputer untuk dijadikan sebuah server yang akan menyediakan fungsi untuk:
  1. Pengelolaan user
  2. Pengelolaan akses
  3. Proxy dan firewall
  4. Pengelolaan authentifikasi
  5. Mencatat log/history akses
  6. Menyediakan fitur billing

Selasa, 26 April 2011

Memahami Autonomous System dan Routing Protocols

Suatu router menghubungkan dua network/jaringan. Sebuah network/jaringan adalah sebuah segmen dengan address network yang unik. Akan tetapi dengan IP, istilah network bisa mendefinisikan dua arti yang berbeda:
  • Sebuah segmen dengan sebuah IP address unik (biasanya merujuk pada sebuah subnet)
  • Sebuah IP Address network yang diberikan kepada suatu organisasi (organisasi tersebut bisa men-subnet address kedalam beberapa address network)
Setiap organisasi yang diberikan sebuah address network dari ISP dianggap sebagai suatu "Autonomous System (AS)". Setelah itu organisasi tersebut bisa saja bebas membentuk satu jaringan yang besar, atau membegi network nya ke dalam subnet-subnet.

Router yang ada didalam Autonomous System hanya mengetahui route/jalur yang ada didalam Autonomous System itu sendri, akan tetapi tidak memantain informasi tentang route diluar Autonomous System. Route yang ada di border/perbatasan Aotonomous System disebut sebagai AS border router, router ini memantain informasi route baik route di dalam maupun diluar border router AS.

Router-router didalam suatu Autonomous System digunakan untuk men-segment (subnet) suatu network. Router-router tersebut bisa digunakan untuk menghubungkan beberapa AS secara bersama. Router menggunakan routing protocol untuk secara dinamis menemukan jalur/route, membangun routing table dan membuat keputusan tentang bagaimana harus mengirim paket melalui internetwork.

Routing protocol bisa diklasifikasikan berdasarkan apakah mereka melewatkan traffic didalam atau antara Autonomous System.
  • Interior Gateway Protocol  (IGP)  => Procol yang melewatkan traffic didalam Autonomous System.
  • Exterior Gateway Protocol (EGP) => Protocol yang melewatkan traffic keluar atau antara Autonomous System.
  • Border Gateway Protocol (BGP)  => Versi pengembangan dari EGP yang melewatkan traffic antar Autonomous System.
Berikut ini adalah IP routing protocol yang didukung oleh router Cisco.
  • RIP (Routing Information Protocol) => Routing protocolyang paling sederhana yang termasuk  jenis Distance Vector . Administrative distance untuk RIP adalah 120.
  • IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) => Protocol routing berdasarkan sistem, interior dan exterior. Administrative distance untuk IGRP adalah 100.
  • IS-IS ( Intermediate System-to-Intermediate System) =>
  • OSPF ( Open Shortest Path First OSPF) =>
RIP dan IGRP keduanya menggunakan metoda distance vector routing, walaupun IGRP menawarkan banayk pengembangan dari RIP.

Distance Vector routing mempunyai prinsip-prinsip berikut:
  • Router mengirim update hanya kepada router tetangganya
  • Router mengirim semua routing table yang diketahuinya kepada router tetangganya 
  • Table ini dikirim dengan interval waktu tertentu, dimana setiap router dikonfigure dengan interval update masing-masing
  • Router memodifikasi tabelnya berdasarkan informasi yang diterima dari router tetangganya.
Metoda Distance Vector mempunyai keuntungan berikut:
  • Relative terbukti stabil, yang merupakan algoritme original routing
  • Relative gampang dipelihara dan implementasikan 
  • Kebutuhan bandwith bisa diabaikan untuk environment LAn typical.
Kerugian dari Distance Vector adalah sebagai berikut:
  • Membutuhkan waktu yang relative lama untuk mencapai convergence (update dikirim dengan interval waktu tertentu)
  • Router melakuan kalkulasi routing table nya sebelum mem-forward perubahan tabelnya
  • Rentan terjadinya routing loop
  • Kebutuhan bandwith bisa sangat besar untuk WAN atau environment LAN yang kompleks.

Rabu, 20 April 2011

ROUTING PROTOCOL PADA CISCO ROUTER


ROUTING PROTOCOL PADA CISCO ROUTER
Routing adalah proses data melewati internetwork dari satu jaringan LAN ke jaringan LAN lainnya.
Bridge beroperasi pada layer data link (layer 2) pada model OSI,maka bridge disebut piranti layer 2.
Router bekerja pada layer network/ layer 3,maka router disebut piranti layer 3.Agar sebuah router bisa me-route/melewatkan paket,minimal sebuah router harus mngetahui:
  • Alamat IP Penerima 
  • Router tetangganya,yang dengan itu ia bisa mempelajari jaringan lebih luas.
  • Lintasan yang bisa dilewati.
  • Lintasan terbaik ke setiap jaringan.
  • Informasi routing. 
IP Routing memberikan komunikasi antara router.
IP Routing Protokol mempunyai suatu tujuan utama,yaitu mengisi routing table dengan jalur (route) terbaik dan terkini yang bisa dia dapatkan.
Beberapa terminology perlu juga dipahami dalam kaitannya dengan routing protokol ini.
  • Routing protokol mengisi table routing dengan informasi routing, misalnya RIP atau IGRP.
  • Routed Protokol adalah protokol dengan karakteristik layer 3 network layer mendefinisikan logical addressing dan routing,misal IP dan IPX.
  • Routing type merujuk pada routing protokol seperti link-state atau distance-vector
Secara umum routing protocol mempunyai beberapa tujuan seperti berikut ini:
  • Secara dinamis mempelajari dan mengisi routing table dengan sebuah lintasan bagi semua subnet yang ada dalam jaringan
  • Jika ada lebih dari satu lintasan untuk sebuah subnet, maka routing protocol menempatkan lintasan terbaik ke dalam routing table
  • Memberitahukan jikalau lintasan dalam routing table tidak lagi valid, dan menghapus lintasan tersebut dari routing table
  • Jika suatu lintasan di dalam routing table dihapus dan lintasan lain yang di pelajari dari router sekitarnya tersedia, maka akan di tambahkan ke routing table
  • Untuk menambahkan lintasan baru, atau mengganti lintasan dengan yang baru secepat mungkin. Waktu antara hilangnya route/lintasan dan usaha mendapatkan lintasan baru penggantinya disebut convergence time.
  • Yang terakhiradalah mencegah terjadinya routing loops.
IP (Internet Protokol),semacam alamat suatu komputer yang memiliki connection ke internet dan tiap komputer memiliki IP yang berbeda.
IPX (Internetwork Packet Exchange),protokol jaringan komputer yang telah digunakan oleh SO Novell Netware.